Rugi atau Untung Menggunakan Silinder Lima Katup?

ProdukBalap.com– Banyak hal yang terjadi antara dua jumlah katup pada silinder ini pada mesin empat langkah modern membutuhkan minimal dua katup per silinder. Dari sejumlah katup saluran masuk dan saluran keluar. Publik yang awam soal teknologi, pasti bertanya kurang lebih keuntungan menggunakan silinder dengan lima katup atau biasa disebut klep.

Menambahkan lebih banyak katup dalam meningkatkan area katup, aliran masuk, perambatan api, dan putaran sambil mengurangi massa bolak-balik.  Mesin motorcross lima katup paling terkenal ada di Yamaha YZ400/426/450s dari tahun 1998 hingga 2009. Selain itu, mesin Formula Satu Zakspeed OX88 V8 dan Judd OX10 V10 Yamaha menggunakan kepala lima katup dari tahun 1989 hingga 1996. Yang lebih menginspirasi lagi adalah  kepala lima katup pada Bugatti EB110, Ferrari F355/F50, Audi Quattro dan Skoda Octavia vRS.

Tapi jangan berpikir bahwa satu-satunya pilihan dalam desain mesin adalah empat atau lima katup, meski banyak yang menggunkan kepala silinder dua katup dan bahkan tiga kepala katup. Contohnya, seperti konversi BSA dua katup Weslake dan Honda tiga katup, dual-plug, kepala silinder.

Yamaha YZ400 tahun 1998 meminjam kepala Genesis lima katup dari mesin motor onroad Yamaha tahun 1984. Dengan mesin lima katup yang memiliki tiga katup masuk dan dua katup buang per silinder.  Pada mesin empat langkah modern, rpm maksimum dibatasi oleh ukuran katup terbesar. 

Mesin lima katup memiliki lebih banyak katup masuk daripada katup buang dan sebenarnya dapat memiliki lebih banyak area katup, meskipun lima katup lebih kecil dan lebih ringan.  Perbedaan ukuran dan berat katup memungkinkan mesin lima katup berputar lebih cepat dan lebih tinggi.

Peralihan kembali ke kepala silinder empat katup terjadi pada Yamaha YZ450F 2010.  Alasannya?  Beralih ke desain empat katup memberikan para insinyur lebih banyak ruang untuk membentuk kembali ruang bakar, meningkatkan torsi, dan menurunkan daya di powerband.  Sedangkan Rpm tinggi tidak sepenting dibandingkan keperluan torsi pada motor trail 450cc.

credit photo : motocrossactionmag.com

Teknik Aman Melintasi Jalur Tebing

ProdukBalap.com – Indonesia adalah negara dengan jalur Enduro yang bervariatif pada pegunungan, rawa dan pesisir pantai. Berkendara Enduro melintasi jalur tebing itu memang bikin kuatir karena beresiko yang fatal. Untuk menghindari resiko, pengendara wajib memiliki teknik mumpuni. Untuk pemula wajib untuk mengikuti arahan profesional, saat melintasi jalur tebing off-camber, bagian batu besar, anak sungai dan pegunungan.

Saat berkendara offroad, ada teknik untuk melompati dan meluncur menjadi ujian teknis pengendaranya. Penggiat off road bermotor yang menggumi dan tertantang untuk trek adventure di Indonesia, harus perhatikan bagian-bagian ini:

1. Memilih jalur

Sebelum memulai untuk melintasi bagian batuan off-camber, cari dan pilih jalur yang ingin dilalui. Bersikaplah realistis dengan apa yang dapat ditangani oleh tingkat keahlian dan ingat pada batu, pasir mengandalkan kenop samping ban motor trail yang akan menggigit dan mencengkeram lebih dari yang pengendara kira.

2. Arahkan Pandangan Kedepan

Bagian ini, banyak dilakukan pengendara yang merasa kuatir konsis jalur dengan menatap spakbor depan dan merunduk melihat ban. Jangan lakukan kebiasaan tersebut, karena pengendara akan kehilangan front end. Lihat bagian yang ingin diselesaikan dan pertahankan apa yang ada di bawah ban dalam penglihatan bagian tepi. Fokus mata memandang dalam posisi diatas spakbor memandang 5 meter lebih, agar dapat mempersiapkan melintasi jalur.

3. Pusatkan berat badan

Jika pengendara bersandar ke belakang untuk trik ini, roda depan tidak akan menggigit batu dan Anda berisiko tergelincir keluar. Pengendara perlu menjaga berat badan di tengah motor dengan sedikit bias ke arah depan. Pikirkan juga untuk memberi sedikit beban pada pasak atau foot fag luar untuk mendorong kenop bagian dalam ke batu.

4. Momentum

Untuk melintasi tebing, berakselerasi atau mengerem hanya dengan menggunakan titik gesekan throttle agar motor tetap bergerak. Jangan berhenti dan jangan merupasak putaran gas ( rip out the throttle).

5. Rasakan itu pergi

Jika merasa kehilangan keseimbangan, jangan takut untuk membiarkan motor berjalan sedikit menuruni tebing, asalkan ada cukup banyak aliran di bagian bawah. Menyelamatkan front-end yang berkeliaran di sisi tebing, pasti hampir mustahil.

6. Tetap berdiri

Kalaupun merasa motor kehilangan keseimbangan dan ingin turun ke bawah tetaplah berdiri. Dengan berdiri pengendar dapat mengatasi gundukan dan selip melalui berat badan dengan mudah.Keuntungan lainnya memberi kontrol yang lebih baik terhadap rem belakang dan kopling serta memungkinkan pengendara untuk melihat lebih jauh ke depan.

Trail riding dengan berproses dengan dimulai jalur yang tidak terlalu curam dan Panjang, melatih Teknik  mengontrol keseimbangan berat badan.